Wacana Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas oleh pengusaha Arifin Panigoro dan sejumlah pengusaha lainnya menjadi tamparan keras bagi pengurus PSSI yang dinilai tidak mampu menciptakan kompetisi sepak bola yang baik di Indonesia. Wacana dan rencana LPI ini tidak akan muncul seandainya kompetisi sepak bola di Indonesia baik itu Indonesia Super Liga (ISL), Divisi Utama dan kompetisi lainnya yang dikelola PSSI berjalan dengan baik, termasuk menciptakan kemandirian klub menjadi lebih profesional.
Melihat wacana Liga Primer Indonesia (LPI) yang kini bergulir hebat di media massa, saya pribadi sebagai pecinta sepak bola Indonesia memandang gerakan Arifin Cs ini sebagai gerakan yang bagus, terlepas jadi atau tidaknya LPI digelar ini menjadi pelajaran tersendiri bagi pengurus PSSI dan pengelola klub-klub profesional di Indonesia, dimana selama ini faktanya memang belum benar-benar layak disebut profesional karena hampir 90 % klub di Indonesia masih bergantung pada uang rakyat alias APBD.
Dalam konsepnya, Liga Primer Indonesia (LPI) ingin agar klub pesertanya nanti mendapatkan keuntungan finasial dari kompetisi yang diikuti, seperti halnya klub-klub di Eropa yang mendapatkan keuntungan lebih dari sponsor dsb, hal yang tidak diberikan PSSI selama ini yang membuat klub masih bergantung pada APBD. Sebagai langkah awal, seperti yang saya baca, LPI akan memberikan kucuran dana awal untuk masing-masing klub yang mau bergabung dan berkompetisi di LPI sebesar Rp. 30 Milyar / klub.
Menanggapi makin panasnya wacana Liga Primer Indonesia (LPI), pihak PSSI bereaksi keras, bahkan sampai melayangkan ancaman jika ada klub yang membelot dari PSSI dan bergabung ke LPI maka PSSI akan memberikan sanksi yakni mengeluarkan klub tersebut dari keanggotaanya di PSSI. Ancaman yang kemudian ditanggapi oleh pihak LPI dengan mengatakan, bahwa PSSI tidak bisa asal mengeluarkan tanpa melewati kongres. Jadi, mereka menekankan bahwa klub yang berkompetisi di LPI bisa juga sekaligus berkompetisi di Indonesia Super League (ISL), Liga Utama dan kompetisi PSSI lainnya.
Bagaimana menurut pendapat teman-teman semua?



{ 20 comments… read them below or add one }
Setuju banget! Saya dukung LPI. PSSI sekarang udah ga bisa diharapkan lagi. Bisa apa PSSI kalo ga ada klub. Udah aja pengurus PSSI nya yg tanding antar mereka sendiri.
sangat setuju dgn wcana yg di gulirkan pengusaha Arifin Panigoro, melihat prestasi yg di hasilkan oleh pssi selama ini yg jauh dari cukup maka saatnya di adakan kompetisi tandingan pssi. Saya melihat bahwa pngurus PSSI tdk pernah tegas dlm membuat aturan, salah satu contoh yg sering terjadi adalah sering kali para pemain, pengurus club bahkan suporeter beramai ramai mengadakan pertandingan tinju di dlm lapangan sementara pertandingan sedang berlangsung. kalau di eropa kejadian seperti itu club, pemain sdh habis kena skorsing tp di indonesia masih terlalu banyak toleransi sehingga kejadian seperti itu selalu terjadi.
Saya berharap LPI nanti adalah benar2 provesional dlm mengelola kompetis di tanah air
mampus u pssi… taunya byk bacot aj…..
Sabar saja nunggu 2011 tidaklah lama. Tahun 2011 PSSI harus Kongres pemilihan Ketua Baru, saat itu waktu yg tepat untuk mengambil alih PSSI. Jika sudah diambil alih, semua ide LPI dengan sendirinya menggelinding tak ada halangan dari siapapun. Kalau sekarang dipaksakan akan buang-buang duit saja. Sasaran tembaknya kan Nurdin Cs. Ingatkah KSN dengan biaya miliaran rupiah gagal menggulingkan Nurdin Cs karena tidak tahu aturan untuk menggulingkannya.
Sekarang bergulir wacana LPI (gagasan yg bagus harus diakui itu) tetapi akan buang-buang duit jika Nurdin Cs tidak dapat digulingkan. Oleh karena itu sebaiknya sabar, mundur dulu untuk ancang-ancang kemuadian lari sekencang-kencangnya.
Lanjutkan…LPI, lanjutkan P’ Arifin…..
Krn PSSI sekarang ngak profesional, bayangin aja ketuanya di penjara ngak mau mundur…apa maksudnya? Kalau sepak bola indonesia dipimpinnya maju trus dia ngak mau mundur!!! Boleh lah bertahan!! Jangankan maju, jalan di tempat juga ngak….
saya sebagai pecinta sepakbola indonesia mengharapkan segala sesuatu yang bertujuan memajukan belantika persepakbolaan di tanah air tercinta ini (indonesia) baik dari management hingga fisik itu sendiri sebaiknya dicari jalan keluarnya yang baik, gunakan dong azas musyawarah mufakat jangan bersikeras dengan opini masing2 yang mementingkan individu saja, ingat kita sedang berbicara bangsa yang besar dan harusnya kita bersiteru mewujudkan hal yang besar juga untuk sepakbola kita, bravo indonesia,…..
maju trus LPI.. INI terobosan besar dalam sepak bola indonesia…
Ini ide brilliant & berani… Memang harus ada yang melakukan perubahan, karena sepakbola kita jalan di tempat ataupun malah berjalan mundur.
Walaupun ada pro dan kontra, ide ini harus ditanggapi dengan kepala yeng jernih dari pihak PSSI maupun penggagas LPI.
Bravo Sepakbola Indonesia..!!!!
ingat wasitnya harus lebih di siplin sperti wasit eropa!
LPI ini brsifat sementara atau gmana ya,,,? ane kurang paham. krena seakan ni liga kyak ajang kompetisi biasa krena gk da pengakuan dri PSSI dan FIFA, gmana tuh kang?
(kalo ada yang salah tolong benerin ya)
begini agan2 sekalian, setau ane gini perbandingan LSI dan LPI:
Liga Super Indonesia (LSI):
-Struktur Saham:
Yayasan (punya bakri) : 5%
Klub: 0%
PSSI: 95%
- Pembagian Hak Siar TV (kompensasi siaran langsung): 0% (wtf!! klub dapet opo?)
- Pembagian Sponsor Utama (djarum) : 0% (damn…klub ga dapet apa2 lagi)
Keuntungan : 100% untuk PSSI/PT Liga Indonesia (apa ini, parah!!)
dengan sistem tersebut arema aja rugi 5 miliar, itu juga udah juara dan gak jor-joran beli pemain.
- Wasit : Lokal (makanya kadang “suka ada keputusan yang kurang pas”)
- Sumber Dana : APBD (ga bisa mandiri ya?? uang rakyat itu)
- Badan Yudisial : Komdis dan Komding PSSI (belum pernah gw denger keputusan tegas)
- Peserta : 18 klub
- Sponsor : PT. Djarum Rp.41.5 milliar (cuma sayang klub cuma kebagian Rp 0 Triliun)
- Hadiah : Rp 1,5 milliar (kayanya tekor nih buat gaji pemain semusim pun ga cukup)
Liga Primer Indonesia (LPI):
- Struktur Saham
Yayasan: 100% milik klub-klub (asik klub dapet dividen)
- Pembagian Hak Siar TV
Klub: 100% (asik klub dapet lagi nih)
- Pembagian Sponsor Utama
Klub: 100% (wow ternyata klub masih dapet duit lagi)
- Keuntungan
Kuota Klub Peserta: 80% (mantab gan dari sini juga klub dapet duit)
Kuota Pembinaan: 20% (mantab klub dapet duit buat pembinaan)
- Wasit: Asing (2 tahun)
- Sumber Dana: Investasi Rp 15-20 milliar per klub (asik duit APBD bisa dikasih rakyat)
- Badan Yudisial: Komdis dan Komding LPI
- Peserta: 18-20 klub
- Sponsor: Konsorsium investor
- Hadiah: 5 milliar.
Mantap, w dukung LPI, udah jelas dari ISL yang paling diuntungkan nurdin cs, para pengurusnya dapet untung yang sebesar-besarnya, dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya, pantesan aja gak mau turun, keuntungan dari penjualan tiket AFF kemaren yang jumlahnya milyaran rupiah dikemanain tuh? Makin tebel tuh dompet nurdin cs, makin tebel juga tuh mukanya
LPI saya dukung anda kenapa?… niat baik LPI untuk memajukan persepakbolaan indonesia dengan dasar profesionalisme club sangat tepat. karena mungkin semua sudah muak liat kinerja PSSI yg parah. prestasi buat mereka hanya wacana. organisasi ini tak lebih dari sebuah sindikat mafia yg isinya orang2 bejad semua, ketua umum apalagi.. karena disitulah pundi-pundi uang mereka, berbagi bersama konco2nya makanya butuh perjuangan berat untuk menggulingkan THE GODFATHER nurdin karena dia dipilih oleh anggotanya yg notabene sudah pasti di manjakan oleh dia… tapi saya optimis orang2 persepakbolaan di indonesia sudah cukup pintar memilah dan memilih, hanya mungkin karena ancaman saja yg membuat mereka tetap bertahan. lihat persentasi LPI yg dipaparkan bang semangat 45 di atas apa ga ngiler tuh… apalagi masih di dikasih modal awal sekitar 20 milyar per club mmuanntap.. PSSI apa bisa kayak gitu “mimpi”.. yg ada itu tempat malah jadi tempat mengeruk uang.. mau dibawa kemana sepakbola kita brurr.. LPI yg digawangi mr arifin panigoro adalah contoh nyata orang yg cinta sepakbola dan niat baik untuk memajukan indonesia mungkin sampai tingkat dunia semoga.. suatu saat nanti, bukan hanya bicara tapi dana pun dia kucurkan terima kasih bung saya salut buat anda.. karena saya sangatcinta sepakbola dan ingin liat indonesia berjaya… nurdin kelaut aja luh ma konco2 luh kita ga perlu orang2 macam loe …kami butuh bukti bukan janji ..garuda tetap di dadaku kau tetap kebanggaanku… dan nurdin emang ga tau malu… BRAVO INDONESIA..
Sebenernya kalo PSSI mau melihat LPI dengan luas harus bersyukur karena selain jam terbang club2 yg ada di bwah naungan PSSI dengan adanya LPI. Kalo melihat struktur dari LPI, setiap club akan dpt income dan tidak mengambil dr APBD dan sebenrnya PSSI tinggal mendukung dan mengarahkan saja …. kita hprkn semua ini bisa berjalan lancar dan yang pasti menghasilkan bakat2 yang benar2 berkuwalitasssssssssssssssssssssss itu intinya
kita bakal disuguhi liga yang lebih profesional yang klub nya bebas dari apbd maju terus LPI…………………!!!
bener banget boss…LPI harus tetap digelar walauoun semoat jadi buah bibir….masa’ APBD aja sih yang jadi harapan
@semangat45
gw setuju bngt tuh….
LPI SEMOGA BISA MENGUBAH LIGA INDONESIA YANG TIDAK BERKUALITAS.
HASIL KEUNTUNGAN BANYAK YANG MASUK “KANTONG” PSSI VERSI NURDIN.
WADUH2 JADI INDIKASI KORUPSI TUH BISA2. PARAH GAN…..
KAMI PENDUKUNG MASA DEPAN SEPAK BOLA INDONESIA DI OTak kmi cma da satu kata tuk sepak bola negri ni YAITU REVOLUSI REVOLUSI DAN REVOLUSI Q YKIN LPI AKN MRUBAH SPAK BOLA INDONESIAKU NI YG PNUH DNGAN TANGAN2 KOTOR PSSI
MJU TRUS LPI…………………../
Mantap bin Markotop artikel tentang LPI, saya senang sekali adanya LPI sebagai pesaing PSSI yang dianggap “begitu begitu saja” . Era Persaingan Sehat memang saatnya kini. Ngemeng-ngemeng bolehkan saya kutip artikelnya buat blog saya, tetapi tetap dicantumkan sumbernya. Makasih.
sy hy mengucapkan slamat dan salut kepada LPI, sy dan mungkin masyarakat indonesia lainnya pun akan bangga menyaksikan sepak bola yang hebat dan profesional… yang selama ini di idam2kan oleh bangsa ini, karena selama ini hanya club-club sepak bola luar aja yang dibanggakan, skali lg slamat dan sukses LPI,,,,
{ 1 trackback }