Dana PSSI (Timnas) Distop Pemerintah

Dana PSSI (Timnas) Distop Pemerintah - Keputusan pemerintah menyetop dana kepada PSSI yang nantinya digunakan untuk timnas langsung berlaku. Dengan begitu, proposal sebesar Rp 40 M yang sempat diajukan PSSI dipastikan ditangguhkan pencairannya. Pemerintah mengambil langkah tegas tersebut terkait kisruh berkepanjangan yang melanda sepakbola nasional. Hal tersebut kemudian berujung pada buruknya performa timnas Indonesia, yang dihancurkan Bahrain 0-10 di Kualifikasi Piala Dunia 2013.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, menyatakan kalau penghentian dana untuk timnas tersebut langsung efektif berlaku. Itu membuat proposal sebesar Rp 40 miliar yang sempat diajukan PSSI harus ditanggukan pencairannya. “Putusan untuk menunda pencairan sudah efektif berlaku. Sepanjang 2012 belum ada dana yg turun buat timnas,” sahut Andi. “Kemarin PSSI ajukan prososal Rp 40 M, dg adanya ini maka itu tidak perlu dulu dibahas,” lanjut dia.
PSSI pada akhir Januari lalu mengajukan proposal sebesar Rp 40 miliar dari pemerintah. Dana tersebut sedianya digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan timnas mulai dari level U-15, U-17, U-19, U-21, U-23 sampai senior, yang rencananya akan mengikuti beberapa turnamen dan kejuaraan. Sebelumnya pihak PSSI memperkirakan proposal tersebut akan cair pada bulan Mei.
Dana Distop Sementara
Pemerintah mulai bersikap lebih keras supaya ada kekisruhan sepakbola nasional segera diselesaikan. Dikatakan Menpora Andi Mallarangeng, subsidi untuk timnas dihentikan sementara. Hal itu disampaikan Andi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, hari Selasa (6/3/2012) siang. Meski tidak menyebut jumlahnya, tapi pihaknya memutuskan mengembargo subsidi untuk timnas (PSSI).
“Pemerintah memutuskan tidak memfasilitasi timnas timnas betul-betul bisa dibentuk dengan putra-putra terbaik bangsa. Macam-macam, termasuk dalam hal pendanaan. Khusus buat pendanaan timnas, maka kami tidak melakukannya,” demikian Andi.
Ia mengatakan, putusan itu sudah dilaporkan kepada presiden. Menurutnya, hal itu masih dalam kewenangan pemerintah, dan bukan sebuah campur tangan atau intervensi, sebagaimana tidak dikehendaki oleh FIFA.
“Pemerintah juga punya wewenang dalam arti misalnya timnas. Sebab timnas dibentuk karena abaikan putra-putra terbaik bangsa yang lain.Maka timnas itu bukan timnas yang terbaik, karena dibentuk atas dasar diskriminasi dan atas dasar apapun termasuk dimana itu berasal.”
Ditanya sampai kapan “embargo” subsidi itu akan dilakukan, Andi mengatakan “sampai pemerintah bisa diyakinkan oleh PSSI bahwa timnas yang dibentuk adalah timnas yang merepresentasikan betul putra-putra terbaik bangsa”.
Andi juga tidak menyebutkan berapa anggaran buat PSSI yang ditahan sementara itu. Namun ia menekankan bahwa dana tersebut lebih yang terkait pada urusan tim nasional.
“Ya bagaimana pemerintah mau men-support timnas kalau hanya berasal atau diambil dari satu klub saja? Pemain terbaik yang ada di klub lain, berkompetisi yang dianggap tidak diakui kemudian tidak digunakan. Hasilnya timnas tidak terbaik dan hasilnya seperti dengan Bahrain itu,” tambah Andi.
“Yang kita dorong itu sebenarnya rekonsiliasi. Kita dorong bagaimana menyelesaikan semua ini. Yang kami sarankan adalah, dualisme ini diselesaikan. Kalau bisa dilebur, bagus sekali. Kalau bisa berada di bawah PSSI. PSSI mengakui ISL dan ISL mengakui PSSI. Dengan begitu yang terbaik dan berasal dari manapun tanpa ada diskirimasi suku ras agama asal klub dan lain-lain.”
Ditanya apakah pihaknya nanti dibilang melakukan intervensi, Andi mengatakan bahwa upaya-upaya lain tetap dilakukan, salah satunya mendukung mediasi dengan pihak-pihak terkait.
“Bersama Ketum KONI, mediasi jalan terus. Di samping itu ada opsi arbritasi yang ada kewenangan pemerintah. Ini yang membentuk berhubungan dengan fasilitasi pemerintah. Sekali lagi, kami tidak melakukan intervensi dan menjadi kewenangan pemerintah,” tukasnya.
Kemarin Presiden SBY secara terbuka mengeluhkan kekisruhan yang masih terjadi di dunia sepakbola nasional, yang kendalinya ada di PSSI.
“Tidak betul sepakbola kita terus menurun. Tapi saya sangat prihatin dgn kejadian akhir-akhir ini. Ribut, ricuh yang berselsih adalah para pengurus organisasi olahraga sendiri,” kata Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/3/2012).
“Tapi ‘kan tidak bisa terus begini. Pengurus PSSI tolong dengarkan suara rakyat, mosok terus sibuk berantem? Dukungan rakyat jangan dihadiahi konflik yang tak habis-habisnya. Utamakan kepentingan bangsa.”

